All Arsip Urgent To Im in Seo and other

Friday, September 9, 2016

Film Kholifah Umar subtitle Indonesia dan biografi

Assalamualaykum sobat dumay pembaca setia maupun pendownload setia blog arsipseo.blogspot.com
Kali ini saya akan membagikan film Umar bin khothob


Sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam film ini banyak diambil nukilanya dari kitab kitab tarikh(sejarah islam) dan hadits shohih maka akan lebih terasa jika kita lihat mulai dari awal hingga akhir ceritanya
Dan dalam artikel inipun saya akan membahas sedikit banyak tentang ringkasan atau isi cerita dan sifat dalam film tersebut mengenai sang kholifah ke dua dalam islam

MENGENAL SANG PELETAK KALENDER HIJRIYAH

Nama lengkap beliau ra.: ’Umar bin Khaththab bin Nufail bin ’Abdul ’Uzza bin Rabah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luay.
’Umar ra.lahir 13 tahun setelah Tahun Gajah, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi. Beliau ra.termasuk orang paling mulia di kalangan Suku Quraisy. ’Umar ra.adalah khalifah pertama yang mendapat gelar ’amirul mukminin.
Dari Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, dia berkata: Saya bertanya kepada ’Aisyah: ”Siapa yang menggelari ’Umar bin Khaththab dengan Al-Faruq?” Dia berkata: ”RasuluLlah.”
Beliau ra.adalah ayah dari isteri RasuluLlah saw., Hafshah ra., sehingga ’Umar ra. adalah juga merupakan mertua RasuluLlah saw.

MASUK ISLAMNYA ’UMAR RA.
Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu ’Umar bahwa RasuluLlah saw. Berdoa:
”Ya Alllah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang Engkau cintai dengan Abu Jahal bin Hisyam atau ’Umar bin Khaththab.”
Dalam riwayat yang panjang dari Ibnu Sa’ad dari Abu Ya’la, Al-Hakim serta Al-Baihaqi dari Anas ra.bahwa (ma’nawi) ’Umar keluar menyandang pedang dengan tujuan membunuh RasuluLlah saw. Di tengah jalan ia bertemu dengan seseorang yang memberitahukan bahwa adiknya, Fathiman binti Khaththab ra. dan suaminya, Said bin Zaid ra. telah masuk Islam. Kemudian ’Umar ra.berbelok ke rumah adiknya, saat adik dan suaminya sedang membaca surat Thaha. Saat itu ’Umar berkata: ”Apakah kalian telah berganti agama?” Iparnya menjawab: ”Wahai ’Umar, jika kebenaran ternyata di luar agamamu!”
 Mendengar jawaban ini ’Umar melompat dan mencekik iparnya dan adiknya yang ingin membantu suaminya dipukulnya hingga berdarah. Kemudian ’Umar meminta kitab yang dibaca adik dan iparnya tadi. Setelah berwudhu (karena adiknya memerintahkannya untuk berwudhu sebelum membacanya), maka ia membaca Surat Thaha hingga ayat 14:

”Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

’Umar berkata: ”Antarkan saya kepada Muhammad!” Dan beliau ra.pun masuk Islam (Untuk riwayat lengkapnya silakan merujuk ke ‘Tarikh Khulafa’, karya Imam Suyuthi atau ’Rakhiqul Makhtum’, karya Al-Mubarakfury, dll.).
Ibnu Sa’ad dan Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra.dia berkata: ”Islamnya ’Umar adalah sebuah kemenangan besar, sedangkan hijrahnya adalah keuntungan. Kepemimpinannya adalah rahmat.Saya telah melihat sendiri bagaimana kami tidak mampu melakukan shalat di BaituLlah sebelum ’Umar menyatakan ke-Islam-annya.Tatkala ’Umar masuk Islam, dia menyatakan perang kepada mereka sehingga mereka membiarkan kami melakukan shalat dengan bebas.”

HIJRAHNYA ’UMAR RA.
Ibnu Asakir meriwayatkan dari ’Ali ra., dia berkata: ”Saya tidak mengenal seorang pun yang melakukan hijrah kecuali dia akan melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi kecuali ’Umar bin Khaththab. Saat ’Umar melakukan hijrah dia menyandangkan busur panahnya, dia mengeluarkan beberapa anak panah yang dia pegang di tangannya.Dia mendatangi Ka’bah, saat orang-orang Quraisy sedang berada di halamannya.Dia melakukan thawaf selama tujuh kali.Dia melakukan shalat dua raka’at di Maqam Ibrahim. Kemudian dia mendatangi kelompok-kelompok orang Quraisy satu demi satu sambil berkata, ”Wahai wajah yang tidak bersinar, barangsiapa yang mau ibunya kehilangan anaknya, dan anaknya menjadi yatim, atau isterinya menjadi janda, temuilah di belakang lembah itu.” Namun tidak ada seorang pun yang mengikutinya.

’Umar adalah orang (kedua) terbaik dalam umat ini setelah (RasuluLlah saw. dan) Abu Bakar ra.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra., dia berkata, RasuluLlah saw. bersabda:
”Wahai Ibnul Khaththab, demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan Nya, sekali-sekali syetan tidak akan melalui suatu jalan yang akan engkau lewati.”
Abu Hurairah ra.berkata, bahwa RasuluLlah saw. bersabda:
”Di antara umat-umat sebelum kamu ada orang-orang yang muhaddats (mendapat ilham), jika orang tersebut ada pada umatku, pasti dia adalah ’Umar.” (HR. Bukhari)
Dari Ibnu ’Umar ra.bahwa RasuluLlah saw. bersabda:
”Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran di lidah dan hati ’Umar.” (HR. Tirmidzi)
Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Dia berkata: RasuluLlah saw. bersabda:
”Tidak ada satu malaikat pun di langit yang tidak menghormati ’Umar, dan tidak ada satu syetan pun yang ada di atas bumi kecuali dia akan takut kepada ’Umar.”
Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Said Al-Khudri ra., dia berkata, Saya mendengar RasuluLlah saw. bersabda:
”Di saat aku sedang tidur, kuihat orang-orang ditampakkan kepadaku. Mereka memakai baju, ada yang sebatas dada dan ada yang di bawah itu .Ditampakkan kepadaku ’Umar, dia memakai baju yang panjang dan menyeretnya.” Para Sahabat bertanya: ”Apa takwilnya, wahai RasuluLlah?” RasuluLlah saw. Menjawab: ”Agama.”
Diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim, bahwa RasuluLlah saw. bersabda:
”Tatkala saya tidur, saya bermimpi minum susu hingga saya melihat dalam mimpiku air mengalir dari kuku-kukuku, lalu saya minumkan air itu kepada ’Umar.” Para sahabat ra.bertanya: ”Apa takwilnya, wahai RasuluLlah?” RasuluLlah saw. Menjawab: ”Ilmu.”
Imam Bukhari meriwayatkan dari ’Umar ra., dia berkata: ”Pendapatku bersesuaian dengan Kehendak Allah dalam tiga hal: Pertama, saya pernah berkata kepada RasuluLlah, anadaikata kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Lalu turunlah ayat Allah:
”...dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[1] tempat shalat....” (Q. S. Al-Baqarah : 125)
[1] Ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka'bah.
Kedua, saya katakan kepada RasuluLlah, Yaa RasuluLlah, orang yang baik dan buruk perangainya masuk ke dalam rumah isteri-isterimu, alangkah baiknya jika kau perintahkan mereka untuk berhijab.Kemudian turunlah ayat hijab. Dan ketiga, para isteri RasuluLlah saw. Berkumpul karena dilandasi rasa cemburu. Maka saya katakan semoga Allah menceraikan kalian semua dan Dia menggantinya dengan isteri-isteri yang lain yang lebih baik dari kalian. Lalu turunlah firman Allah tentang hal ini.”
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam Tafsirnya dari Anas, dia berkata: ’Umar berkata: ”Saya melakukan empat hal yang sesuai dengan kehendak Allah. Tatkala turun ayat:
”Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (Q. S. Al-Mu’minuun : 12)
Saya katakan: ”Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik,” maka turunlah ayat:
“...Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Q. S. Al-Mu’minuun : 14)

KEKHILAFAHAN DAN KEADILAN ’UMAR RA.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari AbduLlah bin ’Umar dan Abu Hurairah keduanya berkata, RasuluLlah saw. Bersabda:
”Tatkala saya tidur, saya bermimpi diriku berada di pinggir sebuah sumur yang di atasnya ada sebuah timba. Kemudian saya menimba dari sumur itu beberapa kali timbaan sesuai yang dikehendaki Allah, kemudian Abu Bakar mengambilnya, kemudian dia mengambil air darinya beberapa timba atau dua timba dan salah satu tarikan timba itu berisi separuh saja.Allah mengampuninya. Kemudian setelah itu datang ’Umar bin Khaththab, dia menimba air itu dan dia menggunakan timba yang besar. Dan saya tidak melihat seorang pun yang melakukan pekerjaan seperti apa yang dia kerjakan hingga semua manusia sama-sama puas meminum airnya.”

Imam Nawawi dalam Tahdzib nya berkata: Para ulama menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan masa khilafah Abu Bakar dan ’Umar, banyaknya pembukaan kota-kota serta munculnya Islam di masa pemerintahan ’Umar.

Az-Zuhri berkata: ’Umar menjadi khalifah di hari meninggalnya Abu Bakar. Yakni pada hari Selasa tanggal 22 Jumadil Akhir (HR. Al-Hakim).Terjadi pada tahun 13H. Pada masanya terjadi banyak pembukaan wilayah-wilayah, seperti Damaskus (dengan damai), th 14H, Yordania (dengan perang), th 15H, kecuali wilayah Thabariyyah. Pada th 16H, Sa’ad melakukan Shalat Jumat di Istana Kisra Persia. Pada th 16H, ’Umar safar untuk membuka Baitul Maqdis, dll.

Pada jaman ’Umar ra.ditetapkan penanggalan tahun Hijriyah atas usulan ’Ali bin Abi Thalib ra. Dan pada th 17H, Masjid Nabawi diperluas. Tahun ini juga terjadi ’Tahun Paceklik’, hingga diriwayatkan bahwa perut beliau ra.berbunyi karena lapar dan seringnya ’Umar ra. makan minyak. Lalu ’Umar memohon hujan dengan melalui perantaraan ’Abbas ra., paman RasuluLlah saw.

Malik mentakhrij dari Sa’id bin Musayyib, bahwa ada orang Muslim dan Yahudi yang bertengkar, lalu keduanya mengadu kepada ’Umar bin Khaththab. Setelah memeriksa masalahnya, ’Umar berpendapat bahwa yang lebih berhak atas kasus di antara mereka berdua adalah orang Yahudi...

’Umar ra. adalah orang yang pertama kali membangun Baitul Mal, memerintahkan Shalat Tarawih berjama’ah, memerintahkan hukuman bagi orang yang menghujat, membangun kantor-kantor administrasi, mengangkat para hakim di kota-kota dan lain-lain. ’Umar ra.juga mengatur tentara untuk pulang tiap 3-4 bulan sekali untuk dapat memenuhi hak2 para isteri, dll.

Aslam berkata: ’Umar berdoa: ”Yaa Allah, karuniailah hamba gugur di Jalan Mu sebagai syahid dan jadikanlah kematian hamba di negara utusan Mu (Madinah).” (HR. Bukhari), dan Allah Swt. berkenan mengabulkannya.Beliau ra.syahid dibunuh oleh seorang bernama Abu Lu’lu’ah (diriwayatkan bahwa dia seorang majusi), saat mengimami Shalat Subuh di Masjid Nabawi, Madinah.

Sebelum meninggalnya beliau ra.meminta agar pemilihan khalifah berikutnya dimusyawarahkan oleh 6 orang, yaitu: ’Utsman bin ’Affan, ’Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, ’AbdurRahman bin ’Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, dan kemudian mengkerucut menjadi tiga.

BEBERAPA KARAMAH ’UMAR RA.
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Al-Lalaka’i, dari Ibnu ’Umar, dia berkata: ’Umar mengirim satu pasukan yang dipimpin oleh seorang laki-laki bernama Sariyyah, tatkala ’Umar sedang khuthbah di atas mimbar dia memanggil, ”Wahai Sariyyah, ke gunung! Ke gunung! Ke gunung!”Kemudian setelah itu datanglah utusan pasukan Islam menemui ’Umar.’Umar menanyakan kondisi pasukan. Utusan itu berkata, ”Wahai Amirul Mu’minin, kami telah terdesak kalah. Namun tatkala kami berada dalam kondisi demikian, kami mendengar teriakatn yang memerintahkan, ”Wahai Sariyyah, ke gunung!” Ucapan itu kami dengar sebanyak tiga kali.Oleh sebab itulah kami menyandarkan punggung kami ke gunung. Lalu Allah hancurkan musuh kami”...

Abu Syaikh berkata dalam kitab al-‘Azhamah: Telah berkata kepada kami Abu Thayyib, telah berkata kepada kami Abdullah bin Shalih, telah berkata kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Qais bin al-Hajjaj dari orang yang mengatakan kepadanya dia berkata: Tatkala Mesir dibuka oleh kaum muslimin, penduduk Mesir datang menemui ‘Amr bin al-‘Ash ra. pada saat sudah masuk salah satu bulan yang dianggap sakral oleh penduduk setempat. Orang-orang Mesir itu berkata, “Wahai gubernur, sesungguhnya Nil ini (maksudnya sungai Nil) memiliki kebiasaan di mana dia tidak akan mengalir kecuali dengan sebuah tradisi.” ‘Amr bin al-‘Ash ra. berkata, “Tradisi apakah itu?” “Jika masuk tanggal sebelas bulan ini, kami akan mencari perawan ke rumah orang tua mereka.Lalu kami minta kedua orangtuanya untuk memberikan perawan itu kepada kami dengan suka rela.Kami hiasi perawan itu dengan baju dan hiasan yang paling indah, kemudian kami lemparkan dia ke sungai Nil ini,” jawab penduduk.“Ini tidak mungkin dilakukan di dalam Islam.Karena sesungguhnya Islam menghapus tradisi lama,” kata ‘Amr bin al-‘Ash ra.

Lalu mereka melaksanakan apa yang dikatakan oleh ‘Amr bin al-‘Ash. Ternyata sungai Nil itu kering dan tidak mengalirkan air sedikit pun. Hingga kebanyakan penduduk berencana untuk melakukan hijrah.Tatkala melihat kondisi demikian, ‘Amr bin al-‘Ash ra.menulis surat kepada ‘Umar bin al-Khaththab ra. Dalam surat itu dia menerangkan bahwa mereka ditimpa musibah akibat yang ‘Amr bin al-‘Ash ra. katakan, di mana beliau ra. mengatakan bahwa Islam telah menghapus tradisi lama (yang berlaku pada masyarakat di sekitar sungai Nil tersebut).

‘Umar ra.menulis kepada ‘Amr bin al-‘Ash ra. yang di dalamnya ada sebuah nota kecil. Dalam surat itu ‘Umar menulis: “Sesungguhnya saya telah mengirim kepadamu dalam suratku satu nota kecil, maka lemparlah nota kecil itu ke sungai Nil.” Tatkala surat ‘Umar ra. sampai di tangan ‘Amr bin al-‘Ash ra., dia mengambil nota kecil itu dan membukanya. Ternyata di dalamnya berisi tulisan sebagai berikut:

“Dari Hamba Allah, Amirul Mukminin, ‘Umar bin al’-Khaththab. Amma ba’du.

Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka janganlah engkau mengalir.Namun jika yang mengalirkan airmu adalah Allah, maka mintalah kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk mengalirkanmu kembali.”

‘Amr bin al-‘Ash ra. kemudian melemparkan nota kecil itu ke sungai Nil. Allah Swt. mengalirkan air sungai Nil dengan kadar enambelas dzira’ dalam satu malam. Dengan peristiwa itu, Allah Swt. telah menghancurkan tradisi jahiliyyah dari penduduk Mesir tersebut hingga sekarang.

’Umar bin Khaththab ra.pernah berkata: “Akan ada dari keturunanku seorang anak yang di wajahnya ada bekas luka. Dia memenuhi dunia dengan keadilan.”(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi). Saat ’Umar bin ’Abdul ’Azis (beliau masih keturunan ’Umar bin Khaththab ra. dari jalur ibu) masih kanak-kanak, wajahnya pernah ditendang binatang. Pada saat menghapus darahnya, ayahnya berkata: ”Jika kamu adalah orang yang terluka di kepalanya dari kalangan Umayyah, maka engkau akan menjadi orang yang bahagia.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir)

ZUHUD ’UMAR RA.
Dikatakan: ’Umar membawa geriba di atas pundaknya, lalu demikian itu dia ditegur, dia menjawab: ”Sesungguhnya jiwaku merasa hebat terhadapku, maka aku bermaksud hendak menghinakannya.”

Dari Al-Miswar bin Makhramah, dia berkata: ”’Umar menerima sejumlah harta yang diletakkan di masjid. Kemudian dia keluar menuju masjid untuk melihat dan memeriksanya.Seketika itu pula kedua mata ’Umar meneteskan air mata.” ”Apa yang membuat kamu menangis, wahai Amirul Mukminin?” tanya ’AbdurRahman bin ’Auf, ”Demi Allah, sesungguhnya yang demikian ini termasuk hal yang perlu disyukuri.” ’Umar berkata: ”Demi Allah, yang demikian ini tidak diberikan kepada suatu kaum melainkan justru dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)

Dari Yahya bin Jad’ah, dia berkata, bahwa ’Umar pernah berkata: ”Kalau bukan karena tiga hal, tentu aku lebih suka bersua Allah ’Azza wa Jalla, yaitu: Sekiranya aku tidak dapat meletakkan keningku karena Allah, duduk di berbagai majelis yang di sana dipilih perkataan yang baik sebagaimana buah-buahan yang dipilihi, dan keluar di Jalan Allah.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)

Dari ’AbduLlah bin Isa, dia berkata: ”Pada wajah ’Umar bin Khaththab ada dua garis kehitam-hitaman karena bekas tangisan.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)

Dikutip dan diringkas dari:
Tarikh Khulafa (Imam Suyuthi), 10 Sahabat yang Dijanjikan Masuk Surga (’Abdul Hamid Kisyik), Keutamaan Para Sahabat Nabi Saw. (Mustafa Al-’Adawi), Zuhud (Imam Ahmad

Umar: Pahlawan Hijrah
Selasa, 29 Desember 2009 03:36 Ali Al-Halawani Fikrah - Temporer    .Untuk menulis esai, editorial, atau bahkan sebuah buku tentang seseorang bukanlah hal yang mustahil.Cukup dibutuhkan beberapa informasi dasar tentang orang itu, hidupnya, perbuatannya, ideologinya, dan pendapat orang lain kepadanya.Hal itu berlaku bagi sebagian besar orang-orang yang biasa kita jumpai setiap hari di mana pun. Tapi hal itu tidak berlaku untuk menulis kepribadian seperti `Umar bin Al-Khattab.
Anda mungkin tidak percaya jika saya mengatakan bahwa untuk menulis tentang `Umar bagi saya adalah mimpi seumur hidup. Bahkan sebuah harapan jika Allah memberi saya seorang anak laki-laki, saya pasti akan menamainya: `Umar. Saya merasa seperti ada semacam keintiman antara saya dan dia (sebagian diri saya, tentu saja!). Kadang-kadang saya membayangkan diri hidup pada zaman Nabi saw. bersama para sahabat yang mulia. Siapa di antara para sahabat yang akan saya ingin menjadi dirinya? `Umar adalah pilihan pertama saya. Ini bukan untuk meremehkan sahabat-sahabat terhormat lain. Namun, seperti yang baru saja saya sebutkan, saya merasa bahwa saya ingin menjadi seperti dia dalam keberanian, kekuatan, keteguhan, keadilan, kemurahan hati, kesopanan, dll.
Ketika saya membaca tentang kekuatannya, maka seolah-olah saya menyaksikannya melatih anak-anak muda Mekah binaraga dengan mengangkat batu-batu dan karang di pegunungan. Ketika saya mendengar tentang keteguhan dan ketetapan hatinya, seolah-olah saya menyaksikannya meminta Nabi untuk mengutus `Abbad bin Bisyr untuk membunuh seseorang yang pernah menyinggung Allah dan Rasul-Nya. Ketika saya diberitahu tentang keberaniannya, seolah-olah saya menyaksikan dia menantang seluruh suku Quraisy ketika ia memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Ketika saya membaca tentang kematiannya, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdarah; seolah-olah saya orang yang ditikam belati lewat tangan kotor Abu Lu'lu'ah.
Ada banyak riwayat yang berbicara tentang pujian tinggi Nabi saw. terhadap `Umar. Berhubungan dengan visi yang dilihatnya, Nabi berkata bahwa ia belum pernah melihat seorang jenius seperti `Umar. Ini berarti bahwa `Umar dianggap oleh Nabi seorang yang unik yang bisa melakukan hal-hal yang tidak dapat ditiru oleh orang lain tidak peduli seberapa keras mereka mencoba.

Sejarah membuktikan perbuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh `Umar, baik segera setelah memeluk Islam atau melalui karirnya sebagai Amirul Mukminin. Hanya Nabi saw. yang mampu menggali secara mendalam hati orang-orangnya untuk mengetahui dengan intuisi kesetiaan dan inspirasi, serta kualitas orang-orang di sekelilingnya dan karakteristik inheren mereka. Melalui kemampuan itu, Nabi tahu orang-orang yang pas untuk situasi tertentu, pekerjaan yang cocok untuk masing-masing orang, orang-orang yang diingat untuk sebuah kejadian, dan kapan harus mengabaikan dan tidak mengacuhkan seseorang.
Dalam kerangka yang seperti itu, sejumlah riwayat sampai kepada kita yang berbicara tentang penilaian Nabi terhadap `Umar.
Sebelum masuk Islamnya `Umar, Nabi tercatat pernah berdoa: “Ya Allah! Memuliakan agama-Mu dengan (masuk Islamnya) `Umar.”
Ada juga banyak hadis yang berbicara tentang penghargaan tinggi para sahabat Nabi untuk `Umar. `Abdullah bin Mas` ud berkata, “Masuk Islamnya `Umar merupakan kemenangan, hijrahnya adalah kemenangan, kekhalifahannya adalah berkah, dan saya telah menyaksikan kita tidak pernah dapat berdoa di Ka`bah sampai `Umar masuk Islam.”
Selain itu, komentar `Ali bin Abi Thalib tentang hijrahnya `Umar tertulis dalam tinta emas sejarah:
Aku tidak pernah tahu siapa pun, kecuali hijrah diam-diam selain `Umar, karena ia, ketika memutuskan untuk hijrah, di bahunya tersandang pedang dan di tangannya tergenggam busur dan anak panah, pergi ke Ka`bah, di mana ada empat serangkai kepala suku Quraisy, mengelilinginya tujuh kali, lalu shalat dua rak`at di Maqam Ibrahim, kemudian mendatangi para pemimpin Quraisy itu satu demi satu dan berkata,”Semoga wajah-wajah kalian membusuk! Jika ada yang ingin agar ibunya berduka atas kematiannya dan anaknya dibiarkan yatim piatu serta istrinya menjadi janda, biarkan dia temui aku di belakang lembah ini.”Tetapi tak seorang pun mengikutinya.
Sementara hampir semua umat Islam lainnya meninggalkan Mekah secara diam-diam, `Umar secara terbuka menyatakan bahwa akan hijrah ke Madinah. Dia bahkan menantang suku Quraisy bahwa jika ada salah satu dari mereka punya keberanian untuk menghentikannya, ia boleh saja mengadu kekuatan dengan dia. Tidak ada satu pun anggota Quraisy memiliki keberanian untuk mencegah dia dari apa yang hendak dia lakukan, dan tidak ada yang menerima tantangan untuk dual pedang dengannya.
Sesungguhnya, kematian adalah lebih menyenangkan daripada hidup dalam keadaan pengecut dan kehinaan! Keberanian apa jika tidak berani mati ketika panggilan untuk itu datang? Dan siapakah yang lebih berani daripada mereka yang percaya bahwa dia berada di pihak yang benar?Bahkan sekarang Anda dapat mendengarkan `Umar seolah-olah ia berkata “Mati dalam kebenaran adalah lebih baik daripada hidup dalam kepalsuan.Keberanian dianjurkan, sikap pengecut menjijikkan, dan kepalsuan rentan menghilang!”

`Umar tetap hidup sederhana sampai ia bertemu dengan kematiannya. Salah satu teman-temannya mengenang suatu hari tentang `Umar, “Ketika ia berjalan, ia melakukannya dengan cepat seperti sedang merebut tempat; ketika ia berbicara, ia cukup keras untuk didengar, dan ketika dia memukul, itu akan menyakitkan.” Dia adalah seorang pria yang hidup dalam misi dan tindakan. Dia meninggalkan warisan yang layak ditiru, tapi pada saat yang sama, tidak mudah diikuti.

Terimakasih telah membaca biografi khalifah umar di www.arsipseo.blogspot.com

Untuk filmnya berurutan silahkan
Download satu persatu dalam format mp4 dan 3gp
3gp untuk handphone low end
Dan
Mp4 untuk laptop/notebook dan handphone high end

Silahkan download filmnya dibawah urut dan lengkap 1 – 30 (30 episode) dengan subtitle indonesia


 langsung menuju TKP (mp4) 

langsung menuju TKP  (3GP)

Previous
Next Post »

Post a Comment

Komentar Dimoderator !